mantle

AMD Mantle, Era Game “Super Cadas” Sudah di Depan Mata

Sebelumnya kita sudah diperkenalkan dengan jajaran GPU terbaru AMD Radeon R7 dan R9, meski belum bisa menentukan pilihan, ada baiknya Anda tahan dulu keinginan untuk upgrade perangkat, sebab informasi ini tak kalah menarik.

Apakah Anda seorang gamer, yang sering mengeluh perihal kurang optimalnya PC dalam penggunaan bermain game? Kurang efektifnya kinerja hardware PC banyak disebut karena adanya kinerja antara perangkat dan program yang tidak efisien. Padahal, gaming di PC memiliki angka pertumbuhan yang mencengangkan. Hal ini dipaparkan dengan sangat jelas di pembukaan GPU14 Techday oleh AMD. Melihat pertumbuhan PC dalam beberapa tahun terakhir, menginspirasi AMD untuk memperkenalkan API terbaru bernama Mantle.

Proyek ini dibuka sedikit di GPU14 Techday. Dengan nama Mantle, sebuah API yang masih dalam tahap penggodokan oleh AMD ini akan menggantikan peran DirectX yang masih luas digunakan. Disebutkan bahwa aplikasi tatap muka program ini akan kompatibel dengan semua jajaran produk GPU rilisan AMD.

Ketika API lain berusaha meningkatkan level abstraksi kode dalam performa, Mantle melakukan hal sebaliknya. Dengan kompatibilitas hanya dengan GPU milik AMD Radeon, maka Mantle dapat menurunkan level abstraksi kode dalam proses grafis serendah mungkin. Dengan rendahnya tingkat abstraksi kode ini, makin rendah pula kapasitas memori PC yang digunakan.

mantle

Lalu, apakah kelebihan lain dari Mantle ini? Dengan didukung GCN (Graphic Core Next), arsitektur pengolah grafis terbaru milik AMD, projek Mantle akan menghadirkan kelebihan yang dimiliki oleh konsol ke dalam komputer. Dengan kelebihan PC yang dapat selalu di-upgrade dengan performa super kencang, bahasa program native yang dimiliki oleh sistem proses grafis terbaru ini juga akan memberikan optimalisasi hardware yang sangat baik sehingga semua potensi grafis dalam perangkat komputer dapat diekplorasi oleh pengembang game. Hal terakhir ini sudah menjadi kelebihan dari konsol yang tidak dapat dimiliki oleh PC, sebelum projek Mantle keluar.

Hal ini dapat dikerjakan oleh Mantle berkat diturunkannya kode level abstraksi, seperti yang disebutkan sebelumnya. Perlu diketahui bahwa tidak adanya sinkronisasi antara PC dan konsol adalah karena perbedaan kode level abstraksi ini. Pada PC, kode abstraksi oleh API sangat tinggi, karena harus mendukung beragam hardware lainnya, yang mungkin di-custom oleh pengguna. Sedangkan pada konsol, level abstraksi ini tidaklah begitu tinggi. AMD berhasil menyatukan PC dan konsol ke dalam satu sistem dengan projek Mantle ini.

 Mantle akan mengoptimalisasi kerja GPU dalam mengakses dan melakukan proses grafis berkecepatan tinggi secara langsung dan gap yang lebih pendek. Tambahan lagi, Mantle pun dapat mendorong kinerja draw call hingga 9x lebih banyak. Draw call adalah driver dalam GPU yang bertugas melakukan rendering grafis pada game. Untuk mendukung para developer, AMD Mantle ini akan didukung dengan teknologi rancangan AMD yang lainnya. Contoh teknologi yang akan mendukung Mantle antara lain ZeroCore Power, Powertune, dan CrossFire.

Mantle sangat identik dengan kata optimalisasi. Sistem ini memang mendorong performa yang lebib optimal dari GPU, makin optimal dengan bantuan CPU dan komponen hardware PC platform AMD lainnnya. Untuk mendukung pertumbuhan game PC, Mantle juga akan dibuat dengan kompatibilitas yang cukup baik dengan DirectX. Dengan demikian, developer juga dapat mengembangkan game berbasis DirectX untuk diporting ke Mantle.

Projek Mantle menjadi salah satu senjata AMD di masa depan. Dengan tingkat pertumbuhan gaming di PC yang cukup menjanjikan, maka Mantle akan menjadi salah satu API penting dalam memberikan performa optimal penyajian game. Tidak hanya gamer saja yang diuntungkan dengan semakin berkurangnya beban kerja PC. Developer juga dimanjakan dengan keberadaan Mantle.

Developer kini dapat melakukan porting game yang dirancang, dengan tingkat kompatibilitas PC dan konsol yang semakin selaras. Tidak perlu terkejut, karena AMD sendiri adalah salah satu penyedia APU paling laris bagi produsen konsol. Maka dari itu, AMD juga mengerti kebutuhan developer dalam menggodok game yang kompatibel buat keduanya.

Untuk saat ini, Battlefield 4 akan menjadi game percobaan pada platform PC dengan sistem Mantle ini. Adapun untuk info lebih lanjut, AMD akan menjelaskan lebih detil pada event AMD Developer Summit yang diselenggarakan pada November 2013 nanti.

Dengan begini, gamer dapat berharap bahwa akan semakin banyak pilihan permainan yang hadir di beragam platform yang ada. Berkat Mantle, developer akan semakin mudah melakukan porting game dari platform PC ke konsol lainnya. Bagaimana, punya pendapat mengenai teknologi ini? Jangan sungkan untuk berbagi di sini, gunakan kolom komentar untuk menyampaikan opini Anda.

30 comments

  1. joko
    Reply

    Mimin,saat ini ane msh pake VGA keluaran AMD HD tipe 7770 apakah nantinya juga bisa menikmati teknologi aplikasi Mantle dari AMD yg terbaru itu ?

    • Admin
      Author Reply

      Hi, sebelumnya pastikan sudah menggunakan driver AMD Catalys terbaru kemudian patch game BattleField ke versi terbaru sehingga ntar akan muncul opsi pilihan Mantle 🙂

    • Admin
      Author Reply

      Hi, Mantle bisa diaktifkan di dalam game yang dimainkan tetapi pastikan dulu game yang dimainkan sudah support Mantle lho.
      Kadang-kadang ada beberapa game memang harus di-update dulu agar bisa support Mantle.

  2. humala sihombing
    Reply

    saya sering edit video dengan Adobe Premier pro dan Adobe after effect, apakah teknologi APU yaitu HSA, AMD TrueAudio dan Mantle ini berpengaruh lebih baik pada kedua program itu ?

    • Admin
      Author Reply

      Hi, yang sangat berpengaruh adalah teknologi HSA dan OpenCL dimana dengan adanya teknologi tersebut, proses rendering akan jauh lebih cepat daripada yang lain. Untuk sementara Mantle lebih dikhususkan untuk game saja 🙂

Tinggalkan Balasan