Saat ini, semakin banyak laptop yang hadir di pasaran dengan label AI. Namun, bagi banyak pengguna, label tersebut sering memunculkan pertanyaan sederhana: apakah AI di laptop hanya sebatas fitur tambahan untuk aktivitas harian, atau memang benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih serius?
Pertanyaan ini menjadi penting, terutama bagi developer, kreator, dan pengguna teknis yang tidak hanya membutuhkan laptop cepat, tetapi juga perangkat yang siap mendukung alur kerja AI yang terus berkembang. Di titik inilah peran hardware dan software menjadi sama pentingnya. Bukan hanya soal prosesor yang kencang, tetapi juga tentang ada tidaknya platform yang mampu membuka potensi tersebut secara maksimal.
Untuk laptop dengan prosesor AMD Ryzen™ AI, peran ini tidak berhenti di sisi hardware. AMD juga menghadirkan ROCm sebagai fondasi software yang membantu perangkat menjadi lebih siap untuk kebutuhan AI yang lebih nyata. Dengan kombinasi ini, laptop tidak lagi hanya menarik karena memiliki label AI, tetapi juga mulai relevan untuk eksperimen model, pengembangan aplikasi, hingga workflow AI lokal yang lebih serius.
Apa Itu ROCm?
ROCm adalah platform software open-source dari AMD yang dirancang untuk membuka potensi GPU agar bisa digunakan lebih optimal, terutama untuk kebutuhan komputasi modern seperti AI dan machine learning.
Secara sederhana, ROCm berfungsi sebagai penghubung antara kemampuan hardware di dalam laptop dan aplikasi yang dijalankan. Dengan dukungan ROCm, GPU tidak hanya bekerja untuk kebutuhan grafis, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menjalankan berbagai tools, framework, dan workflow berbasis AI dengan lebih optimal.
Inilah yang membuat ROCm penting, terutama bagi pengguna yang ingin lebih dari sekadar fitur AI ringan. ROCm membantu perangkat AMD menjadi lebih siap untuk kebutuhan seperti pengembangan model, eksperimen AI, hingga penggunaan aplikasi berbasis machine learning secara lokal.
Peran ROCm dalam Memaksimalkan Laptop dengan AMD Ryzen™ AI
Laptop dengan prosesor AMD Ryzen™ AI pada dasarnya sudah memiliki fondasi performa yang kuat untuk kebutuhan komputasi modern. Namun, performa hardware saja belum cukup. Agar potensi tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan AI, dibutuhkan software yang mampu menjembatani kemampuan hardware dengan aplikasi yang dijalankan.
Di sinilah ROCm memegang peran penting. Dengan dukungan ROCm, laptop tidak hanya mengandalkan prosesor yang kencang, tetapi juga memiliki fondasi software yang membantu memaksimalkan penggunaan GPU untuk berbagai kebutuhan AI.
Artinya, laptop dengan prosesor AMD Ryzen™ AI tidak hanya cocok untuk aktivitas sehari-hari seperti bekerja, belajar, atau menikmati hiburan, tetapi juga mulai relevan untuk kebutuhan AI yang lebih serius. Mulai dari mencoba tools berbasis AI, menjalankan model secara lokal, hingga mengeksplorasi alur kerja yang lebih kompleks, semuanya menjadi lebih masuk akal ketika hardware dan software saling mendukung.
Kombinasi ini juga membuka akses ke ekosistem open-source yang lebih luas. Pengguna dapat mulai bereksperimen dari laptop, lalu berkembang ke workflow yang lebih besar tanpa harus berpindah ekosistem. Inilah yang membuat laptop dengan AMD Ryzen™ AI mulai mendekati konsep AI workstation portabel.
Persiapan Sebelum Memulai Install
Sebelum memulai proses instalasi, ada beberapa hal yang perlu dipastikan terlebih dahulu. Laptop harus sudah menggunakan Windows 11, WSL 2 perlu diaktifkan, Ubuntu 24.04 harus sudah terpasang di dalam WSL, dan driver AMD untuk WSL 2 di Windows juga harus sudah diinstal.
Pada contoh digunakan Ubuntu 24.04 karena perintah instalasi yang dipakai mengacu pada paket Ubuntu Noble. Dengan menggunakan versi yang sesuai, proses instalasi akan lebih mudah diikuti dan lebih dekat dengan panduan resmi AMD.
Setelah Ubuntu terpasang, buka aplikasinya lalu lakukan setup awal seperti membuat username dan password. Setelah itu, seluruh proses instalasi ROCm dilakukan melalui terminal Ubuntu, bukan melalui Command Prompt atau PowerShell di Windows.
Instalasi ROCm di Windows 11 Menggunakan WSL 2
Untuk pengguna Windows 11, cara paling relevan untuk menjalankan ROCm adalah melalui WSL 2 dengan Ubuntu. ROCm berjalan di lingkungan Linux, sedangkan WSL 2 memungkinkan Linux digunakan langsung di dalam Windows tanpa perlu dual boot.
Dengan cara ini, pengguna tetap bisa memakai Windows seperti biasa, tetapi tetap memiliki lingkungan Linux yang siap dipakai untuk menjalankan berbagai workflow AI. Pada ROCm versi terbaru, AMD juga menggunakan ROCDXG agar ROCm di WSL dapat terhubung dengan GPU AMD yang drivernya berjalan di Windows.
Langkah Install ROCm 7.2.1 di Ubuntu pada WSL 2
Setelah semua persiapan selesai, buka terminal Ubuntu lalu jalankan perintah berikut satu per satu:
sudo apt update
wget https://repo.radeon.com/amdgpu-install/7.2.1/ubuntu/noble/amdgpu-install_7.2.1.70201-1_all.deb
sudo apt install ./amdgpu-install_7.2.1.70201-1_all.deb
sudo apt install python3-setuptools python3-wheel
sudo apt install rocm
sudo usermod -a -G render,video $LOGNAME
sudo reboot
Langkah-langkah di atas digunakan untuk memperbarui daftar paket, mengunduh installer ROCm, memasang dependency yang dibutuhkan, lalu menambahkan user ke grup render dan video agar akses ke GPU dapat berjalan dengan benar. Setelah itu, sistem perlu di-restart agar perubahan izin benar-benar aktif.
Secara sederhana, proses ini bertujuan untuk menghubungkan kemampuan hardware di laptop dengan software yang dibutuhkan agar workflow AI bisa berjalan dengan lebih optimal.
Langkah Tambahan Khusus WSL 2
Pada WSL 2, instalasi ROCm belum selesai hanya dengan menjalankan sudo apt install rocm. Agar GPU AMD bisa terdeteksi dari lingkungan Ubuntu, Anda juga perlu memasang librocdxg sebagai bagian dari implementasi ROCDXG.
Jalankan perintah berikut:
git clone https://github.com/ROCm/librocdxg.git
cd librocdxg
export win_sdk=’/mnt/c/Program Files (x86)/Windows Kits/10/Include/10.0.26100.0/’
mkdir -p build
cd build
cmake .. -DWIN_SDK=”${win_sdk}/shared”
make
sudo make install
export HSA_ENABLE_DXG_DETECTION=1
Perintah di atas digunakan untuk membangun dan memasang librocdxg, lalu mengaktifkan deteksi GPU di WSL melalui variabel HSA_ENABLE_DXG_DETECTION=1.
Perlu diperhatikan bahwa lokasi Windows SDK bisa berbeda-beda tergantung versi yang terpasang di sistem. Jadi, jika path tersebut tidak sesuai, Anda perlu menyesuaikannya terlebih dahulu.
Cara Mengecek Apakah ROCm Sudah Berjalan
Setelah semua langkah selesai, jalankan perintah berikut di terminal Ubuntu:
/opt/rocm/bin/rocminfo
Jika instalasi berhasil, sistem akan menampilkan informasi GPU AMD yang terdeteksi. Itu menandakan ROCm sudah aktif dan siap digunakan untuk menjalankan berbagai kebutuhan AI di WSL 2.
ROCm Membuka Peluang AI yang Lebih Luas
Setelah ROCm aktif, manfaat laptop dengan prosesor AMD Ryzen™ AI mulai terasa lebih nyata. Bukan cuma sekadar bisa menjalankan AI, tapi mulai terasa relevansi performanya untuk kebutuhan yang lebih serius.

Dari sisi performa, AMD menunjukkan bahwa ROCm terus berkembang lewat update software. Pada ROCm 7.1.1 misalnya, beberapa model generatif populer seperti SDXL dan Flux bisa berjalan jauh lebih cepat dibanding versi sebelumnya. Buat pengguna, ini berarti proses generate gambar atau eksperimen AI jadi lebih singkat dan tidak terlalu mengganggu alur kerja.

Di sisi lain, perkembangan model AI juga ikut berubah. Kalau dulu model seperti SD 1.5 sudah terasa cepat, sekarang standar kualitasnya sudah jauh lebih tinggi. Model yang lebih baru seperti Z Image memang butuh waktu lebih lama untuk menghasilkan gambar, tapi hasilnya jauh lebih detail dan realistis. Ini bukan soal makin lambat, tapi karena yang dikerjakan jauh lebih kompleks.

Menariknya, ROCm juga menunjukkan fleksibilitas dari sisi skala. Untuk model gambar seperti SDXL atau Z Image, laptop dengan prosesor AMD Ryzen™ AI sudah cukup untuk menjalankannya secara lokal. Tapi ketika masuk ke model yang jauh lebih berat seperti FLUX 2, performa bisa ditingkatkan lagi dengan hardware yang lebih tinggi.

Hal yang sama juga mulai terlihat di area video. Model seperti LTX Video dan WAN 2.2 menunjukkan bahwa workflow text-to-video kini mulai masuk ke perangkat yang lebih ringkas. Dulu ini identik dengan server atau workstation besar, sekarang sudah mulai bisa dicoba dari laptop, meskipun tentu dengan waktu render yang masih menyesuaikan kompleksitas modelnya.
Di titik ini, peran ROCm jadi semakin terasa. Bukan cuma membuat AI bisa berjalan, tapi juga memastikan perangkat dengan prosesor AMD Ryzen™ AI tetap relevan mengikuti perkembangan model yang semakin canggih. Jadi bukan hanya sekadar laptop dengan fitur AI, tapi mulai mendekati perangkat kerja yang bisa dipakai untuk eksplorasi AI secara lebih serius.
Penutup
Perkembangan AI membuat kebutuhan komputasi terus berubah. Laptop tidak lagi cukup hanya cepat untuk pekerjaan sehari-hari, tetapi juga perlu siap untuk menangani workload yang lebih kompleks, termasuk AI.
Melalui kombinasi prosesor AMD Ryzen™ AI dan ROCm, arah tersebut mulai terlihat lebih jelas. Hardware memberikan fondasi performa yang kuat, sementara ROCm membantu membuka potensi tersebut agar bisa dimanfaatkan secara nyata, bukan hanya sekadar fitur tambahan.
Dengan setup yang tepat, laptop tidak lagi hanya menjadi perangkat untuk produktivitas harian, tetapi juga bisa mulai digunakan untuk eksplorasi AI secara lokal. Mulai dari mencoba model, menjalankan tools, hingga membangun workflow sederhana, semuanya bisa dilakukan langsung dari perangkat.
Di sinilah nilai utama dari kombinasi ini terasa. Bukan hanya soal spesifikasi atau label AI, tetapi bagaimana perangkat tersebut benar-benar bisa dipakai untuk kebutuhan yang terus berkembang. Laptop dengan prosesor AMD Ryzen™ AI pun tidak lagi sekadar terlihat modern, tetapi juga lebih siap menjadi bagian dari workflow AI yang lebih serius. Dengan dukungan ROCm, laptop dengan prosesor AMD Ryzen™ AI tidak hanya siap untuk hari ini, tetapi juga lebih siap menghadapi kebutuhan AI di masa depan.